2026.02.02 — MSCI & Risiko Likuiditas IHSG
MSCI kembali menyoroti isu tata kelola dan kualitas pasar Indonesia. Reaksi IHSG cukup cepat. Bukan panik, tapi jelas ada outflow dana asing, terutama dari strategi pasif dan ETF global. Bagi saya, ini bukan sekadar sentimen jangka pendek. Masalah utamanya adalah likuiditas. Pasar Indonesia masih sangat bergantung pada foreign flow.
Ketika persepsi risiko naik sedikit saja, aliran dana bisa berhenti
mendadak. Spread melebar, depth menipis, dan saham second liner jatuh
tanpa bid. Dalam kondisi seperti ini, valuasi sering tidak relevan.
Saham murah bisa tetap murah karena tidak ada pembeli. Itu risiko yang jarang dihitung di spreadsheet. Karena itu saya pribadi lebih konservatif: fokus pada saham big cap dengan likuiditas kuat menghindari posisi besar di small–mid cap menambah kas untuk mengantisipasi dislokasi harga Bagi allocator, prioritas pertama bukan return. Prioritas pertama adalah selalu punya opsi. Dan opsi hanya ada jika likuiditas terjaga. Event → Makna sistemik → Implikasi risiko → Sika…